Sabtu, 15 Juni 2024
Follow Us ON :
 
| Muswilub Pemuda Pancasila di Adakan di Hotel Niagara Prapat Sumut | | Sat Lantas Polres Kuansing Gelar Pengaturan dan Patroli Shalat Jumat di Masjid Agung | | Komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru Akselarasi Pengadaan Barang yang Bersih dan Transparan | | Arfan Usman : Berantas Pungli Harus Tegas dan Mampu Berikan Efek Jera Kepada Pelakunya | | Pemerintah Provinsi Riau Akan Bentuk Tim Pemberdayaan dan Penguatan Ponpes | | Pemerintah Kota Pekanbaru Raih Penghargaan TPID Berkinerja Baik di Kawasan Sumatera
 
Opini : Perencanaan Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar
Selasa, 21-05-2024 - 16:27:10 WIB

TERKAIT:
   
 

KupasKasus.com - Hakikat pembelajaran tematik adalah model pembelajaran terpadu yang menggunakan pendekatan tematik yang melibatkan beberapa mata pelajaran untuk memberi pengalaman bermakna kepada siswa. Dikatakan bemakna karena dalam pembelajaran tematik siswa, akan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari melalui pengalaman langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang telah di pahami. Fokus perhatian dalam pembelajaran tematik terletak pada proses yang di tempuh siswa saat berusaha memahami isi pembelajaran sejalan dengan bentuk-bentuk keterampilan yang harus di kembangkan.

Karakteristik pembelajaran tematik:

• Holistik, suatu gejala atau peristiwa yang menjadi perhatian dalam pembelajaran tematik di amati dan di kaji dari beberapa bidang studi sekaligus.

• Bermakna, pengkajian suatu fenomena dari berbagai macam aspek, memungkinkan terbentuknya semacam jalinan antara skema yang dimiliki oleh siswa.

• Otentik, pembelajaran tematik memungkinkan siswa memahami secaralangsung konsep dan prinsip yang ingin di pelajari

• Aktif, pembelajaran tematik dikembangkan dengan berdasarkan pada pendekatan diskoveri inkuiri, yaitu siswa terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga proses evaluasi.

Pentingnya pembelajaran tematik untuk siswa SD. Model pembelajaran tematik lebih menekankan pada keterlibatan siswa dalam proses belajar atau mengarahkan siswa secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran. Melalui pembelajaran tematik siswa dapat memperoleh pengalaman langsung dan terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai pengetahuan yang di pelajari  secara holistic, bermakna, autentik, dan aktif. Pentingnya pembelajaran tematik di terapkan di sekolah dasar karena pada umumnya siswa pada tahap ini masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistic), perkembangan fisiknya tidak pernah bisa di pisahkan dengan perkembangan mental, sosial, dan emosional.

Pembelajaran tematik adalah salah satu model pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif. Pembelajaran tematik saat ini semakin sering dilakukan di satuan pendidikan formal. Sebab, manfaat pembelajaran tematik bisa dirasakan lebih nyata daripada pembelajaran lama yang hanya berlangsung satu arah.

Ciri-ciri Pembelajaran Tematik

Pembelajaran tematik memiliki beberapa ciri atau karakteristik yang membedakannya dengan metode pembelajaran lain. Berikut ulasannya.

1. Anak Didik sebagai Pusat Pembelajaran

Dalam metode pembelajaran tematik, anak ditempatkan sebagai pelaku utama proses pendidikan. Seluruh arah dan tujuan pendidikan harus disesuaikan dengan kebutuhan anak didik. Pengajar atau guru di sini lebih berperan sebagai fasilitator yang memfasilitasi kebutuhan anak untuk mengembangkan diri sesuai bakat dan minat.

2. Memberikan Pengalaman Langsung

Pembelajaran tematik memungkinkan anak didik untuk mengalami sendiri proses pembelajarannya. Mulai dari persiapan, proses, sampai produknya. Anak didik dihadapkan pada situasi nyata yang ada di lingkungan sekitarnya.

3. Menghilangkan Batas Antar Mata Pelajaran

Metode pembelajaran tematik memungkinkan mata pelajaran yang tadinya dipisah-pisahkan menjadi membaur dan nyaris tidak ada batasan. Mata pelajaran yang beragam itu disajikan dalam satu unit tema dan satu sama lain saling melengkapi.

4. Fleksibel

Menyambung ciri-ciri nomor 3, pembelajaran tematik dilakukan dengan menghubungkan antara pengetahuan di satu bidang dengan bidang pengetahuan lain. Bisa juga dilakukan dengan menghubungkan antara satu pengalaman dengan pengalaman yang lain, atau menghubungkan antara pengetahuan dan pengalaman. Singkat kata, pembelajaran ini bersifat fleksibel.

5. Hasil Pembelajaran Sesuai Kebutuhan

Hasil pembelajaran tematik biasanya lebih sesuai dengan minat dan kebutuhan anak didik. Metode ini mendorong timbulnya minat dan motivasi belajar anak didik sehingga mereka mendapat banyak kesempatan untuk mengoptimalkan potensi.

6. Menggunakan Prinsip Pakem

Pakem adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Pembelajaran tematik menganut prinsip bahwa belajar harus melibatkan anak didik secara aktif sesuai kreativitas mereka tapi tetap mencapai sasaran yang diinginkan.

7. Menyeluruh atau Holistik

Pembelajaran tematik bersifat terintegrasi dan melihat satu tema dari berbagai perspektif, sehingga hasil pembelajaran yang dirasakan anak didik lebih menyeluruh atau holistik.

8. Bermakna

Pembelajaran tematik meningkatkan makna dalam proses pembelajaran itu sendiri karena apa yang diterima anak didik benar-benar bisa memberikan manfaat dan kegunaan dalam kehidupan nyata.

Jenis-jenis Pembelajaran Tematik

Pembelajaran ternyata banyak jenisnya, detikers. Mengutip Isniatun Munawaroh dalam staffnew.uny.ac.id, ada 10 model pembelajaran yang dikenal. Berikut pembahasannya.

1. Model Fragmented

Model ini menerapkan bahwa pengajaran bidang studi terpisah dari bidang studi lain. Dikenal juga sebagai model tradisional.

2. Model Connected

Dalam model ini, aspek-aspek pembelajaran dalam satu bidang studi dihubungkan dari suatu topik, konsep, dan keterampilan melalui gagasan yang terhubung secara eksplisit.

3. Model Nested

Model ini merupakan pengajaran suatu bidang studi dengan target berbagai keterampilan sosial, berpikir, dan keterampilan tentang. substansi khusus.

4. Model Sequenced

Model ini menerapkan pembelajaran suatu topik atau unit yang didata ulang dan diurutkan antara satu bidang dengan bidang lainnya. Satu aktivitas atau pembelajaran mempertinggi aktivitas sebelumnya.

5. Model Shared

Pembelajaran ini bertolak dari dua disiplin yang berbeda tapi memiliki konsep yang tumpang tindih sehingga memungkinkan keterpaduan pembelajaran.

6. Model Webbed

Pembelajaran ini merepresentasikan pendekatan tematik untuk memadukan beberapa bidang studi yang berbeda. Suatu tema dikembangkan seperti jaring laba-laba.

7. Model Threaded

Model ini menekankan pada penyajian suatu keterampilan melalui berbagai bidang studi. Model threaded berfokus pada perilaku metakognitif sehingga siswa dapat belajar tentang hubungan sebab-akibat.

8. Model Integrated

Pembelajaran ini berangkat dari tumpang tindihnya konsep keterampilan dan sikap pada semua bidang studi.

9. Model Immersed

Model ini menekankan bahwa pembelajaran semua bidang studi berangkat dari sudut pandang, keahlian, dan pengalaman anak didik. Cara ini memungkinkan peserta didik memahami cara pandang dan kemampuannya sendiri.

10. Model Networked

Pembelajaran model ini berangkat dari kaca mata seluruh peserta didik dan para ahli dari berbagai bidang studi terkait. Pembelajaran networked membutuhkan input dari luar sehingga peserta didik mendapatkan perspektif yang lebih luas.

Langkah Pembelajaran Tematik

Menurut Isniatun dalam staffnew.uny.ac.id, sebenarnya langkah-langkah pembelajaran tematik hampir sama dengan sintak setiap model pembelajaran pada umumnya. Yakni ada tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Namun, kelebihan model pembelajaran ini adalah sifatnya yang lebih terpadu, luwes, dan fleksibel.

1. Tahap Perencanaan

Beberapa hal yang harus dilakukan dalam tahap perencanaan adalah:

• Pemetaan kompetensi dasar, meliputi penjabaran standar kompetensi ke dalam indikator dan menentukan tema.

• Pengembangan jaringan tema dengan menghubungkan kompetensi dasar dan indikator dengan tema pemersatu.

• Pengembangan silabus yang terdiri atas standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, pengalaman belajar, alat dan sumber, serta penilaian atau evaluasi.

• Penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), dengan komponen di antaranya identitas mata pelajaran, indikator yang akan dilaksanakan, materi pokok serta uraiannya, dan strategi pembelajaran.

2. Tahap Pelaksanaan

Dalam tahap pelaksanaan, terdapat tiga sub tahapan lagi yakni:

• Pendahuluan atau eksplorasi, untuk menciptakan suasana awal pembelajaran dan mendorong siswa mampu mengikuti proses dengan baik.

• Kegiatan inti atau elaborasi, fokus pada kegiatan untuk pengembangan kemampuan.

• Kegiatan penutup atau konfirmasi, untuk menenangkan dan mengakhiri pembelajaran dengan menyimpulkan atau menyampaikan hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

3. Tahap Evaluasi

Pada tahap ini, pengajar melakukan evaluasi dalam pembelajaran tematik untuk mendapat informasi secara berkala, berkesinambungan, dan menyeluruh tentang proses dan hasil dari perkembangan peserta didik. Tahap evaluasi harus memperhatikan prinsip-prinsip yakni:

• Memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan evaluasi diri.

• Guru perlu mengajak siswa mengevaluasi perolehan belajar yang dicapai berdasarkan kriteria keberhasilan.

• Penilaian dilakukan secara terus-menerus selama proses pembelajaran berlangsung.

• Penilaian mengacu pada indikator masing-masing kompetensi dasar mata pelajaran.

• Hasil karya siswa dapat digunakan sebagai bahan masukan pendidik dalam mengambil keputusan.

Kelebihan Pembelajaran Tematik

• Pengalaman dan kegiatan belajar siswa relevan dengan tingkat perkembangannya.

• Kegiatan belajar lebih bermakna bagi siswa sehingga hasilnya dapat bertahan lama.

• Kegiatan yang dipilih sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa.

• Keterampilan berpikir siswa berkembang.

• Kegiatan belajar mengajar bersifat pragmatis sesuai lingkungan siswa.

• Keterampilan sosial siswa juga berkembang, antara lain kerja sama dan komunikasi.

• Memudahkan pemusatan perhatian pada satu tema tertentu.

• Pemahaman materi pelajaran lebih berkesan dan mendalam.

Kekurangan Pembelajaran Tematik

• Pembelajaran menjadi lebih kompleks.

• Pendidik dituntut mempersiapkan diri lebih supaya dapat menjalankan metode dengan baik.

• Persiapan yang dilakukan pendidik lebih lama.

• Menuntut penyediaan alat, bahan, sarana, dan prasarana dari berbagai mata pelajaran secara serentak.

Penulis : Dea Mustika, S.Pd., M.Pd.
Abel tiara 
Rika juwita 
Sarah aini
Annisa

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke 0852-6599-9456
Via E-mail: redaksikupaskasus@gmail.com
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)



 
Berita Lainnya :
  • Opini : Perencanaan Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Muswilub Pemuda Pancasila di Adakan di Hotel Niagara Prapat Sumut
    02 Sat Lantas Polres Kuansing Gelar Pengaturan dan Patroli Shalat Jumat di Masjid Agung
    03 Komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru Akselarasi Pengadaan Barang yang Bersih dan Transparan
    04 Arfan Usman : Berantas Pungli Harus Tegas dan Mampu Berikan Efek Jera Kepada Pelakunya
    05 Pemerintah Provinsi Riau Akan Bentuk Tim Pemberdayaan dan Penguatan Ponpes
    06 Pemerintah Kota Pekanbaru Raih Penghargaan TPID Berkinerja Baik di Kawasan Sumatera
    07 Dibuka Presiden, Pj Gubernur Riau Hadiri Rakornas Pengendalian Inflasi dan TPID Award 2024
    08 Bupati Tapsel Jadi Pembicara di Depan Walikota se-Indonesia pada Kick Off I-SIM For Cities 2024
    09 Pemkab Siak Terus Bergerak Intervensi Stunting Kampung ke Kampung
    10 Pabrik Pupuk NPK Segera Beroperasi, Bupati Alfedri Investasi ini Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
    11 LPAI Kabupaten Rokan Hulu dan Yayasan Rhoudhotil Madinah Salurkan Bantuan untuk Masyarakat
    12 Bupati Rohul Hadiri Pelantikan MUI Rohul Masa Bhakti 2023 - 2028
    13 Warga Sungai Lakam Barat Dapat Air Bersih Dari Polres Karimun
    14 SSDM Polri gelar “He For She Award” Wujud Komitmen dan Dukungan Terhadap Perempuan di Lingkungan
    15 Apresiasi Polri Rekrut Difabel, Ombudsman Harap Ada Efek Bola Salju
    16 The Raazedland Group Company dari Brunei yang di Wakili oleh Pangeran Haj Razeed Bin Pangeran Haj
    17 Wabup Husni Sebut GDPK Landasan Kebijakan Pembangunan Kependudukan Terintegrasi
    18 LSM Permata Kuansing Angkat Bicara Persoalan Harga Sewa Alat Berat
    19 Anton, ST, MM, Bantu Korban Kebakaran Pasar Langkitin
    20 Pj. Wali Kota Salurkan Bantuan ATENSI PPKS Penyandang Disabilitas Kota Padangsidimpuan
    21 UKM & IKM Nusantara Ikut Partisipasi Bazar ber-UMKM di Living World Kota Pekanbaru
    22 Ketua dan Wakil Ketua DPRD Rohil Menghadiri Malam Perpisahan Kajari Rohil
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | DPRD Tanjung Pinang | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © kupaskasus.com | lebih dalam, lebih baru, lebih penting