Sabtu, 15 Juni 2024
Follow Us ON :
 
| Muswilub Pemuda Pancasila di Adakan di Hotel Niagara Prapat Sumut | | Sat Lantas Polres Kuansing Gelar Pengaturan dan Patroli Shalat Jumat di Masjid Agung | | Komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru Akselarasi Pengadaan Barang yang Bersih dan Transparan | | Arfan Usman : Berantas Pungli Harus Tegas dan Mampu Berikan Efek Jera Kepada Pelakunya | | Pemerintah Provinsi Riau Akan Bentuk Tim Pemberdayaan dan Penguatan Ponpes | | Pemerintah Kota Pekanbaru Raih Penghargaan TPID Berkinerja Baik di Kawasan Sumatera
 
Peringatan Hari Otonomi Daerah ke 28 Momentum Maknai Arti Tujuan Otda
Rabu, 22-05-2024 - 12:22:53 WIB

TERKAIT:
   
 

KupasKasus.com, Siak - Perjalanan kebijakan otonomi daerah selama lebih dari seperempat abad merupakan momentum yang tepat untuk memaknai kembali arti, filosofi dan tujuan dari otonomi daerah itu sendiri.

Otonomi daerah merupakan hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dengan filosofi otonomi daerah dilandaskan pada prinsip-prinsip dasar yang tertuang dalam pasal 18 UUD 1945.

“Melalui peringatan Hari Otonomi Daerah ke-28 ini, mari kita perkokoh komitmen, tanggung jawab dan kesadaran seluruh jajaran Pemerintah Daerah akan amanah serta tugas untuk membangun keberlanjutan dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup di tingkat lokal serta mempromosikan model ekonomi yang ramah lingkungan untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang,” kata Wakil Bupati Siak Husni Merza, saat membacakan arahan Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, saat menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-27 di Halaman Kantor Bupati Siak, Mempura (20/5/2024).

Husni menambahkan kebijakan desentralisasi memberikan ruang bagi Pemerintah Daerah untuk melakukan pengelolaan sumber daya alam secara lebih efisien dan berkelanjutan, termasuk melalui transformasi produk unggulan dari yang semula berbasis produk yang tidak dapat diperbaharui seperti industri pengolahan pertambangan, menjadi produk dan jasa yang diperbaharui dengan tetap memperhatikan potensi daerah, seperti pertanian, kelautan dan pariwisata. 

“Kebijakan otonomi daerah juga memberikan keleluasaan Pemerintah Daerah untuk melakukan eksperimentasi kebijakan di tingkat lokal untuk mendorong implementasi teknologi hijau seperti penggunaan energi terbarukan seperti energi matahari (solar panel), penggunaan mobil listrik yang menggantikan eksistensi mobil berbahan bakar fosil, pengolahan limbah yang ramah lingkungan sampai desain green building yang memperhatikan efisiensi energi, penggunaan material konstruksi ramah lingkungan dan manajemen limbah bangunan,” terangnya.

Ia juga mengatakan pemerintah daerah secara eksisting dihadapkan pada hambatan dan tantangan dalam pembangunan daerah untuk mendorong program pembangunan nasional meliputi penanganan stunting, penurunan angka kemiskinan ekstrem, pengendalian inflasi, peningkatan pelayanan publik yang berkualitas melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), percepatan proses pemulihan perekonomian nasional maupun daerah serta ekonomi hijau dan lingkungan yang sehat.

Pemerintah pusat menargetkan tahun 2024 angka stunting anak turun menjadi 14 persen secara nasional, untuk itu koordinasi dan sinergitas seluruh jajaran Forkopimda Provinsi dan Kabupaten/Kota perlu ditingkatkan dalam mengambil langkah-langkah strategis dalam upaya menekan angka stunting di wilayah masing-masing, antara lain dukungan arah kebijakan dan anggaran untuk perbaikan pola asuh dan lingkungan, penanganan kurang gizi dan anemia tepat sasaran kepada ibu dan anak.

“Menindaklanjuti arahan Presiden terkait Pengendalian Inflasi Tahun 2024 dan dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah guna menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga pangan, daya beli masyarakat, dan mendukung kelancaran distribusi serta stabilitas perekonomian di daerah. Setelah 28 tahun berlalu, otonomi daerah telah memberikan dampak positif, berupa meningkatnya angka Indeks, Pembangunan Manusia (IPM), bertambahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kemampuan Fiskal Daerah,” tandasnya.

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke 0852-6599-9456
Via E-mail: redaksikupaskasus@gmail.com
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)



 
Berita Lainnya :
  • Peringatan Hari Otonomi Daerah ke 28 Momentum Maknai Arti Tujuan Otda
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Muswilub Pemuda Pancasila di Adakan di Hotel Niagara Prapat Sumut
    02 Sat Lantas Polres Kuansing Gelar Pengaturan dan Patroli Shalat Jumat di Masjid Agung
    03 Komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru Akselarasi Pengadaan Barang yang Bersih dan Transparan
    04 Arfan Usman : Berantas Pungli Harus Tegas dan Mampu Berikan Efek Jera Kepada Pelakunya
    05 Pemerintah Provinsi Riau Akan Bentuk Tim Pemberdayaan dan Penguatan Ponpes
    06 Pemerintah Kota Pekanbaru Raih Penghargaan TPID Berkinerja Baik di Kawasan Sumatera
    07 Dibuka Presiden, Pj Gubernur Riau Hadiri Rakornas Pengendalian Inflasi dan TPID Award 2024
    08 Bupati Tapsel Jadi Pembicara di Depan Walikota se-Indonesia pada Kick Off I-SIM For Cities 2024
    09 Pemkab Siak Terus Bergerak Intervensi Stunting Kampung ke Kampung
    10 Pabrik Pupuk NPK Segera Beroperasi, Bupati Alfedri Investasi ini Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
    11 LPAI Kabupaten Rokan Hulu dan Yayasan Rhoudhotil Madinah Salurkan Bantuan untuk Masyarakat
    12 Bupati Rohul Hadiri Pelantikan MUI Rohul Masa Bhakti 2023 - 2028
    13 Warga Sungai Lakam Barat Dapat Air Bersih Dari Polres Karimun
    14 SSDM Polri gelar “He For She Award” Wujud Komitmen dan Dukungan Terhadap Perempuan di Lingkungan
    15 Apresiasi Polri Rekrut Difabel, Ombudsman Harap Ada Efek Bola Salju
    16 The Raazedland Group Company dari Brunei yang di Wakili oleh Pangeran Haj Razeed Bin Pangeran Haj
    17 Wabup Husni Sebut GDPK Landasan Kebijakan Pembangunan Kependudukan Terintegrasi
    18 LSM Permata Kuansing Angkat Bicara Persoalan Harga Sewa Alat Berat
    19 Anton, ST, MM, Bantu Korban Kebakaran Pasar Langkitin
    20 Pj. Wali Kota Salurkan Bantuan ATENSI PPKS Penyandang Disabilitas Kota Padangsidimpuan
    21 UKM & IKM Nusantara Ikut Partisipasi Bazar ber-UMKM di Living World Kota Pekanbaru
    22 Ketua dan Wakil Ketua DPRD Rohil Menghadiri Malam Perpisahan Kajari Rohil
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | DPRD Tanjung Pinang | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © kupaskasus.com | lebih dalam, lebih baru, lebih penting