Jum'at, 19 Juli 2024
Follow Us ON :
 
| Pj Sekda Indra Apresiasi RSUD Petala Bumi Terapkan Layanan Aduan Digital | | Audiensi Pj. Wali Kota dan Kantor Kemenag Bahas Rencana Kegiatan Keagamaan | | Operasi Patuh Seligi 2024 Polres Bintan, Temukan 368 Pelanggar Selama 5 Hari | | Wabup Husni Meninjau Pasar Rakyat untuk Permudah Warga Dapatkan Bahan Pokok | | Keganasan Harimau Sumatera yang Menyerang Seorang Warga Didesa Penyengat Pada Malam Hari | | Siswa SMA Usia 17 Tahun di Siak Bisa Bikin KTP Elektronik Gratis
 
Prof Sutan : Pemerintah RI Haru Menolong Anak-Anak Palestina Melalui Pihak Ketiga
Sabtu, 08-06-2024 - 17:33:06 WIB

TERKAIT:
   
 

KupasKasus.com - Kondisi memburuk di banyak tempat di palestina terutama anak anak. Kesulitan air sehat untuk meminum dan kesulitan makanan yang layak adalah perjalanan detik demi detik waktu bagi masyarakat di penampungan atau di wilayah perang.

Pemandangan yang menyedihkan adalah melihat anak anak memakan rumput liar setiap hari atau memakan batang pohon kaktus.

Tidak ada lagi makanan yang bisa diperoleh. 

Ketakutan keluar dari tempat perlindungan akibat tembakan dan serangan Bom selalu mengarah pada anak anak bukan lagi rahasia.

Anak anak Palestina adalah target tentara Israel. 

Bahkan anak anak yang sedang mengambil rumput liar di lapangan untuk sekedar mengganjal rasa lapar bila terlihat tentara Israel maka anak anak di tangkap. Sehingga hilang tidak ada lagi kabarnya. Entah dibunuh dimana anak anak yang ditangkap.

Upaya mengirimkan bantuan makanan minuman dan obat selalu di gagalkan oleh tentara Israel. Kelaparan memang di inginkan oleh tentara Israel untuk anak anak Palestina. Agar tujuan membantai habis anak anak Palestina tercapai.

Upaya memberikan bantuan lewat udara sering gagal karena tidak mendapatkan ijin. Akhirnya menjadi zona kematian terbesar untuk anak anak Palestina selama 6 bulan ini.

Tidak ada lagi yang bisa melindungi anak anak Palestina dari tindakan pembantaian penculikan dan pembunuhan secara kejam yang di lakukan oleh pihak tentara israel

Tuduhan kepada tentara Israel yang mencuri organ tubuh rakyat Palestina menjadi sangat serius karena sering ditemukan organ tubuh yang tidak utuh lagi di curi. 

Upaya menghentikan perang sudah gagal. 

Upaya menciptakan keamanan bagi anak anak sudah punah. 

Upaya keadilan terwujud juga gagal.

Hukum rimba terjadi tiap hari. Siapa yang kuat dia yang menang.

PROF. DR. KH. SUTAN NASOMAL SH, MH menyampaikan kepada media, Rabu (05/06/2024).

Bahwa saat ini kita semua sedang di pertontonkan oleh fakta gagalnya seluruh para pemimpin di negara manapun di dunia ini untuk mewujudkan perdamaian. 

Bila darah dan air mata masyarakat palestina mengalir ke semua sungai di wilayah timur tengah. Tidak akan juga bisa menghentikan perang.

Menjadi ajang Hukum Rimba adalah hal yang benar di wilayah timur tengah sudah terjadi selama 60 tahun lebih.

Inilah ujian terbesar bagi masyarakat di timur tengah. Tutup mata membiarkan rakyat Palestina di habisi (Genosida). Kemudian menjadi negara negara yang di taklukkan israel. Bahkan hubungan diplomatik sudah di lakukan para pemimpin Arab ke Israel. Adalah bukti takutnya kepada Israel.

Negara arab yang masih mampu membantu palestina saat ini adalah kekuatan yang tidak berimbang. Israel di dukung Nato dan USA.

Menjadi pelajaran yang harus di pahami oleh seluruh negara negara ASIA. Bahwa hukum rimba sudah menjadi pilihan negara negara adidaya. Maka untuk menciptakan ASIA aman dari penjajahan. Maka perlu di kaji ulang masih perlukah negara negara ASIA ikut bergabung bersama PBB. Perang tidak bisa di hentikan oleh PBB karena di dalamnya di kuasai Israel dan USA.

PROF. DR. KH. SUTAN NASOMAL meminta kepada pemerintah RI mengamankan Palestina dengan menggunakan pihak ke tiga agar bantuan makanan, air minum, obat obatan bisa masuk untuk anak anak Palestina setiap hari. Selalu ada jalan bila diplomatik RI mau meminta negara negara yang berdekatan dengan Palestina membuka pintu pintu perbatasannya. Rumah Sakit harus kembali berfungsi dan menolong secara optimal guna para Dokter bisa menolong korban tragedi Perang. Rumah Sakit harus berfungsi bekerja dan menjadi tempat yang aman.

Tentara persatuan Dunia harus turun tangan menjaga anak anak Palestina dan para orang tua agar bisa di ungsikan. Mau menunggu apalagi atas dasar kemanusiaan RI mampu melaksanakan ini semua. 

Selalu ada peluang dan kemampuan RI sebagai jembatan untuk membantu masyarakat Palestina bila hal ini di lakukan. Atas dasar kemanusiaan semua pintu pintu perbatasan negara negara Arab harus di buka selama terjadi perang agar para korban bisa mengungsi.

RI sebagai Negara yang mengutamakan perdamaian dan kemerdekaan adalah Hak seluruh Bangsa sesuai UUD 1945. Tidak boleh kalah dan mengalah kepada pihak manapun agar tidak terjadi GENOSIDA kepada masyarakat Palestina.

RI adalah bangsa yang besar dan mampu menciptakan kembali keamanan dan perdamaian di Palestina atas dasar kemanusiaan. Tidak ada alasan RI tidak mampu.

Hubungan baik antara RI dengan negara negara di Timur Tengah harus di pertajam dengan mendorong semua para pemimpin negara di dekat Palestina agar membuka pintu dan mengamankan semua bentuk gerakan pertolongan atas dasar Kemanusiaan sesuai amanat pada Pancasila. 

Penulis : PROF. DR. KH. SUTAN NASOMAL, SH, MH.

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa korupsi dan lain-lainnya/rilis atau ingin pasang Iklan dan berbagi foto?
Silakan SMS/WatsApp ke 0852-6599-9456
Via E-mail: redaksikupaskasus@gmail.com
(Mohon Dilampirkan Data Diri Anda)



 
Berita Lainnya :
  • Prof Sutan : Pemerintah RI Haru Menolong Anak-Anak Palestina Melalui Pihak Ketiga
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Pj Sekda Indra Apresiasi RSUD Petala Bumi Terapkan Layanan Aduan Digital
    02 Audiensi Pj. Wali Kota dan Kantor Kemenag Bahas Rencana Kegiatan Keagamaan
    03 Operasi Patuh Seligi 2024 Polres Bintan, Temukan 368 Pelanggar Selama 5 Hari
    04 Wabup Husni Meninjau Pasar Rakyat untuk Permudah Warga Dapatkan Bahan Pokok
    05 Keganasan Harimau Sumatera yang Menyerang Seorang Warga Didesa Penyengat Pada Malam Hari
    06 Siswa SMA Usia 17 Tahun di Siak Bisa Bikin KTP Elektronik Gratis
    07 Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kemenkumham Riau Lakukan Monitoring dan Evaluasi
    08 Pemkab Siak Gelar Rapat Percepatan Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan BPK RI
    09 Tim Opsnal Satres Narkoba Polres Siak Amankan Satu Orang Pria Diduga Penyalahgunaan Narkotika
    10 Rafena Andi Ningsih di Lantik Sebagai Ketua MPM BEM UGN Kota Padangsidimpuan
    11 Pj. Wali Kota H. Timur Tumanggor Sambut Jamaah Haji Kota Padangsidimpuan Kloter 20
    12 Enam Elemen Smart City di Siak Terpenuhi
    13 Pemkab Siak Bersama Asian Agri dan Tanoto Foundation Lakukan Kalaborasi
    14 Rapat Pleno Terbuka Penghitungan Suara Ulang Kabupaten Rokan Hulu Berlangsung Sukses
    15 Alfedri Pesan Dana Desa untuk Pemberdayaan Masyarakat dan UMKM
    16 Pemkab Siak Siapkan Rp 37 Miliar Dukung UHC
    17 Dihadiri Sukiman, Pemdes Sialang Rindang Gelar Tabligh Akbar Peringati Tahun Baru Islam 1446 H
    18 PETIR Minta Ditkrimsus Polda Riau Periksa Seluruh Anggota DPRD Riau
    19 Kelabui Korban Lewat DM Instagram, Pelaku Berhasil Kumpulkan Video Asusila Anak
    20 Tim Subdit V Tipid Siber Tangkap Pelaku Penyalahgunaan Registrasi Ribuan Kartu Provider Prabayar
    21 Perintah Kapolri Jaga Pilkada Serentak Berjalan Aman dan Lancar, Polda Riau dan Polresta Jajaran Gel
    22 5 Orang di amankan Unit Reskrim Polsek Kandis, Diduga Pelaku Penyalahgunaan Narkotika
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | DPRD Tanjung Pinang | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © kupaskasus.com | lebih dalam, lebih baru, lebih penting